feedburner

Lorem ipsum dolor sit amet,
consectetur adipisicing elit,
sed do eiusmod tempor incididunt ut labore
et dolore magna aliqua.

Kenangan Di Bekas Tempat Kosku

Labels:

Tahun 1996, aku baru saja akan memulai semester baru di sebuah perguruan tinggi negeri di Jogjakarta, liburan semester panjang baru saja selesai ku lalui di Kota Hujan Bogor di rumah kedua orang tuaku.

Liburan yang menyenangkan, yang memberikan kesan pertama seksualku di kota bogor, bersama dengan teman-teman smu ku dulu.Aku sebenarnya enggan untuk kembali ke kosanku, aku masih ingin menikmati dan menambah pengalaman seksualku, yang selalu membuatku merasa ketagihan.

Saat kembali ke kamar kosku, terlihat kamarku begitu rapih, sama seperti pertama kali ku tinggalkan saat selesai menyelesaikan uas semester genapku.
Tak lama terdengar suara wanita tertawa di luar kamarku, aku bergegas keluar, ternyata ada penghuni baru di kontrakan kosku. Sambil berpura-pura ke kamar Andi, aku memperhatikan kamar lisa yang kulewati. Lalu lisa teman kosku memanggilku.

“Tom, kenalkan ini Santi anak baru di kosan kita “. sahut lisa teman kosku yang sudah tinggal 1 tahun lebih di kamar itu.
“Tommy,” sahutku sambil mengulurkan tanganku
“Santi ” sahutnya sambil menjabat tanganku diiringi senyum manisnya.
“Dia anak hukum tom, semester 5 sekarang ” lisa bercerita tentang santi
“ooh.. aku di ekonomi, sekarang semester terakhir,” sahutku
“udah nyusun?” tanya santi
“belum, masih ada 15 sks yang harus ku ganti dulu ” jawabku.

Singkat cerita kami mulai bercerita tentang diri kami masing-masing, aku tak henti-hentinya menganggumi kecantikan santi, wanita asal jakarta, saat itu ia baru saja menginjak umur 20 tahun.

Tubuhnya putih mulus, payudaranya terlihat indah ditutupi kaus singlet berwarna putih, pahanya terlihat putih terawat, dia sangat seksi dengan penampilannya kaus singlet putih di teruskan oleh celana pendek berpola kotak-kotak miliknya.
Tak terasa si jagur milikku mulai terasa bangun karena tak henti-hentinya aku memperhatikan tubuh indah santi.

Keesokan harinya, seperti biasa aku menyalakan motor bebek astrea hitamku untuk menuju kampus, saat motor keluar dari pagar rumah kosanku, terdengar suara halus wanita mencegahku untuk pergi.
“tunggu ” sahutnya, “boleh aku ikut ?” tanya santi yang baru saja kusadari dia telah berdiri di depan pintu. Tak lama kemudian ia duduk di belakangku, tangannya melingkari pundakku.kamipun bergegas menuju kearah kampus.

Selang 1 bulan kemudian, tak terasa hubunganku dengan santi semakin akrab, kami sering kali bercanda satu sama lain, aku merasakan getaran rasa suka yang hadir di kalbuku. Selepas uts, saat itu seorang teman kosku ulang tahun, ia memutuskan untuk mengadakan pesta kecil di kosanku, tentu saja ku sambut dengan riang, memang salah satu kebiasaan di kosanku adalah mengadakan pesta minum-minuman keras. Hampir seluruh penghuni 20 kamar di kosanku, sangat menggemari minuman keras, tak terkecuali para wanitanya. Maklum, kosanku memang terkesan bebas, pemiliknya hanya datang 1 bulan sekali untuk mengambil setoran sewaan kamar kami.

akhirnya malampun tiba, Doni membawa beberapa botol minuman keras, aku menyumbang 2 botol ukuran sedang Jack Daniel’s yang kudapat dari teman-temanku di clubing, Andi menyumbang beberapa gram daun kenikmatan.
Akhirnya kamipun mengadakan pesta kecil untuk doni, lisa ikut serta, dan sungguh mengejutkan, Santi pun ikut serta,saat minuman habis, Doni mengeluarkan lagi cadangan simpanannya, begitu juga dengan diriku, kembali pesta kami lanjutkan, kami tertawa - tawa, sambil mendendangkan beberapa lagu dengan gitar butut milik Rudi.Terasa kepala mulai terasa berat, aku telah menghabiskan beberapa minuman keras, dan 2 linting daun haram bawaan andi, terlihat mata santipun mulai memerah, menandakan ia mulai on, satu per satu teman teman kosku mulai tumbang ke kamarnya masing masing, akhirnya aku memutuskan untuk naik ke atas menuju kamarku, yang terletak di lantai 3.

Didalam kamar, saat mulai kurebahkan tubuhku, terasa tak hanya kepala yang mulai berat, namun hasrat seksku mulai muncul, hasrat yang telah terpendam kurang lebih 3 bulan terpendam sejak aku meninggalkan kota bogor, pada saat liburan, hampir setiap hari kusalurkan hasratku kepada imel teman sekolahku dulu. Ia adalah wanita pertama yang memperkenalkanku kepada hasrat seksual.
Tak terasa hampir setengah jam aku termenung, sambil menikmati susu ultra yang tersisa tinggal 1 dus di kamarku, ini caraku untuk menurunkan kadar alkohol di dalam tubuhku, dan memang selalu berhasil, namun ternyata tidak untuk hasrat seksku. Pikiranku melayang sejenak, terlintas wajah Santi yang cantik menggugah anganku.

ku lihat jarum jam menunjuk tak jauh di bawah angka 2, sudah hampir 1/2 3 pikirku, tapi karena esok adalah hari libur aku tak perduli.

Telingaku mulai menangkap keheneningan di luar kamar kosku, menandakan para penghuni kosku mulai terlelap tidur dikamarnya masing-masing.
Saat ku langkahkan kakiku menuju tangga, untuk mengambil air putih di dapur bawah, pikiranku iseng untuk menuju kamar Santi yang berada di ujung lorong, saat ku coba membuka pintunya ternyata tidak di kunci.

Kumasuk kamar Santi, ku dapati tubuh santi tengah tergeletak di kasur, tubuh indahnya tergambar rapih di terangi oleh lampu kamar yang tidak di matikan, darahku mulai terasa naik ke otak, saat ku perhatikan dadanya yang membusung, seakan aku dapat membayangkan apa yang ada di balik kaos hitamnya itu.
Ku dekati ia, sesaat kuperhatikan wajahnya yang cantik, terlihat seperti lelah karena minuman yang telah di tenggaknya sekitar 4 jam yang lalu.

Pikiranku mulai menginginkan untuk menikmati setiap bagian yang ada di hadapanku. Aku mulai mendekati, tanganku bergerak membelai rambutnya yang panjang sebahu, wajahku mulai mendekatinya, ku coba untuk mulai menikmati bibir indahnya yang terkatup rapat, terdengar suara dengkuran dari tenggorokannya.

Kudaratkan bibirku di bibirnya, perlahan ku permainkan bibirnya, bagian atas dan bawah, bibir santi mulai membuka di luar sadarnya, seakan-akan memberikan keleluasaan bagiku untuk semakin menikmatinya,

posisiku mulai tertidur di sampingnya, lidahku mulai mempermainkan rongga mulutnya, terdengar suara santi yang mulai mendesah,Saat santi membuka matanya, ia mendapatiku telah berada di sampingnya, mulutnya tersenyum, lalu kami melanjutkan ciuman kami,

Tanganku mulai mencoba menyingkirkan selimut yang menutupi bagian bawah santi, tanpa ku sangka, ternyata santi hanya menggunakan celana dalam saja, terlihat pahanya putih mulus, menggambarkan keindahan sang pemiliknya, ku raba dan ku elus pahanya, Santi hanya mengerang,

Tanganku mulai bergerak naik, dan mencoba menyusup ke balik celana dalam milik santi, Mata santi terpejam, ia membiarkan tanganku mulai memasuki daerah terlarang miliknya, ia seakan-akan menerima apa yang aku lakukan.

Aroma alkohol di mulut santi membuat hasratku makin menggebu-gebu untuk menidurinya, ciumanku makin kulancarkan ganas dan liar, santi membalasnya.
Jari-jari tanganku memainkan daerah kewanitaan milik santi, terasa rambut halus berada di sekitarnya, namun aku hanya mendapati daerah yang ditutupinya tidak terlalu luas, entah berapa lama kupermainkan liang kewanitaan santi, sampai terasa lendir mulai membanjiri liang kewanitaannya.

Tanganku mulai merayap naik, membuka pakaian yang melekat di tubuh santi, Santi membiarkan dirinya terbuka satu persatu, hingga akhirnya tubuhnya terlihat polos dihadapanku, nafasku kian memburu saat aku telah mendapati tubuh santi telah telanjang, aku mulai melucuti pakaianku satu persatu, hingga kami terlihat bugil bersama.

Aku mulai mempermainkan puting payudara santi yang terlihat agak kemerah-merahan, sesekali ku sapu setiap bagian puting payudaranya, lalu ku gigit sesekali dengan lembut, kemudian ku hisap, tubuh santi menggeliat menikmati setiap gerakan lidahku, mulutku, dan tanganku, tanganku tak henti-hentinya meremas pantat Santi yang terasa kencang dan bulat.
Tubuhnya benar-benar menggairahkan.
“sshhhh mmmppphhhh” suara santi terdengar sesekali,
Mulutku mulai menuruni tubuh santi, ku coba benamkan wajahku di antara kudua pahanya, ku coba ciumi daerah sensitif milik santi,

Nafas santi mulai memburu saat ku permainkan daging-daging diantara kedua pahanya dengan permainanku, ku coba untuk menjilati sisi-sisinya,
Menjilat,menghisap, dan menggigit menjadi menu utama permainan di sekitar kemaluan milik santi, cairan lendir yang keluarpun semakin banyak dari dalam vagina milik santi, terasa batang kejantananku makin mengeras saat mencium bau aroma daun sirih di sekitar kemaluan santi.

Batangku telah menegang sempurna, akhirnya aku mulai menaiki tubuh santi.
“Tom” panggilnya lirih, namun matanya masih terpejam, menikmati permainan lidahku yang mulai beranjak naik kembali menyusuri payudara santi, lalu leher
“Oh .. tommmm,, sshhhh…” desahnya
Saat ku coba menaklukan pertahanan terakhir santi, ku coba memasukan penisku kedalamnya,
“akhhh …. sakit tom.. ” teriak kecilnya terdengar
“ssttt !! ntar yang lain bangun” sahutku menenangkannya

entah mengapa aku merasa begitu kesulitan memasukan batangku ke dalam vagina milik santi, rasanya berbeda dengan imel, dulu seperti tidak terlalu sulit memasukan batangku ke dalam vagina imel , pikirku melayang
Akhirnya setelah terus berusaha, akhrnya aku berhasil memasukan seluruh batangku kedalam liang kewanitaan milik Santi.

“aukkkhhhh…. sakitt tom…. akkkhhh, ” jerit santi tertahan saat kumasukan seluruh penisku ke dalam liang kewanitaannya,
Kupermainkan pinggulku, menyodok liang senggama santi, berkali-kali, sambil tubuhku menindih tubuh santi.

Payudara santi yang berukuran 34 B, tak henti-hentinya ku hisap dan ku permainkan saat aku mulai menggenjot tubuhnya, gerakan yang diajarkan imel kepadaku saat 3 bulan yang lalu.

“sshhh… ahhh… ohhhh…udahhh tomm.. aku nggak kuat… ssshh .. ahhh… sakit tom..” berulang-ulang santi berucap kepadaku,namun setelah beberapa saat ia mulai mengikuti iramaku, tak lagi ada rintihan yang keluar dari mulutnya, “ahhh..ahhh” hanya desahan lembut yang mengalir deras dari mulutnya.
Matanya kadang terpejam, kadang menatap lembut kearahku, sambil tubuhnya mulai dibanjiri keringat, begitu juga denganku.

Setiap gesekan yang ditimbulkan di dalam tubuh Santi, aku merasakan sensasi nikmat, tak lama kemudian tubuh santi mengejang, tubuhnya seperti menggelepar, kepalanya mendongkak kearah atas, sehingga terlihat lehernya yang putih mulus terpampang di wajahku, tangannya mencengkram kuat kasur, nafasnya tertahan sejenak terdengar lenguhan panjang dari bibir santi “aaahhhhhhhhhh !!!” sesaat kemudian badannya berkelonjotan, terasa ada cairan yang keluar dari liang kewanitaannya, tak lama kemudian tubuhnya melemas, namun aku terus memacu tubuhku, memompa vagina milik santi, seakan-akan aku tak rela melepaskan batang penisku dari liang milik santi, aku memompa cepat tubuhnya.

Kali ini aku mencoba melakukannya sambil setengah berdiri, tubuh santi setengahnya tergeletak di kasur, kakinya melingkar ke pinggangku, aku kembali menghujami penisku ke dalam vagina milik santi.

di luar mulai terdengar suara adzan subuh, memanggil umat islam untuk menjalankan kewajibannya, namun kami masih terlarut di dalam kenikmatan seksual yang tercipta dari goyangan tubuh kami berdua.

hingga akhirnya terasa batang penisku menyemburkan cairan kenikmatan, beberapa kali ku tembakan spermaku ke dalam rahim milik santi, sambil mataku terpejam, wajahku di penuhi keringat, mata santi terlihat sayu, aku melemas tak berdaya, hingga akhirnya aku terkulai di samping tubuh santi yang sudah lemas tak berdaya.

Kulihat ada cairan darah berwarna merah mewarnai seprai kasur santi.
Santi adalah wanita perawan pertama yang kunikmati tubuhnya, ia memberikannya sukarela, ditengah-tengah pikirannya masih di pengaruhi alkohol yang diminumnya.

Namun entah mengapa ada perasaan puas di dalam batinku.
Sejak hari itu, santi sering melayani nafsuku, berkali-kali kami mencuri kesempatan untuk saling menyalurkan libido kami masing-masing.
Lebih dari 1 semester kami melakukannya, hingga akhirnya santi pulang ke jakarta, karena mengikuti keinginan orang tuanya untuk menikah, ia berhenti kuliah karena orang tuanya menikahkannya.

7 tahun berlalu, aku telah melupakannya, hingga suatu saat, saat aku sedang menikmati makan siangku di mal kelapa gading, aku berjumpa dengan santi,
Sejenak kami berbincang - bincang menanyakan kabar, sambil menanyakan sang suami, ternyata ia telah memiliki seorang anak laki-laki bernama surya. setelah selesai kamipun berlalu.

Selang sehari setelah pertemuan itu, sebuah email kuterima dari Santi, saat ku baca isinya, ternyata anak laki-laki surya itu adalah anakku, buah hasil hubungan kami terakhir, ia menceritakan semua, namun ia tak pernah bicara kepada orang tuanya siapa yang menghamilinya, ternyata ia menikah karena ketahuan hamil, buah hubungan kisah cinta kami berdua.